Behel Gigi: Fungsi, Jenis, Proses, dan Kapan Perlu ke Dokter Gigi Ortodonti

Tidak semua kondisi dapat langsung menjalani pemasangan behel. Sebelum memutuskan pasang behel gigi, ketahui fungsi klinis behel gigi, pilihan jenisnya, dan tahapan perawatan yang benar di sini
Tidak semua kondisi dapat langsung menjalani pemasangan behel. Sebelum memutuskan pasang behel gigi, ketahui fungsi klinis behel gigi, pilihan jenisnya, dan tahapan perawatan yang benar di sini

Memiliki susunan gigi yang rapi bukan hanya soal estetika. Posisi gigi dan hubungan rahang yang ideal juga berperan penting dalam menjaga kesehatan rongga mulut. Ketika gigi tumbuh berjejal, renggang, atau memiliki gigitan yang tidak seimbang, proses membersihkan gigi menjadi lebih sulit dan risiko masalah gigi maupun gusi dapat meningkat.

Karena itu, perawatan ortodonti sering direkomendasikan untuk membantu memperbaiki fungsi sekaligus penampilan senyum.

Apa Itu Behel Gigi dan Ortodonti?

Behel gigi atau kawat gigi adalah alat yang digunakan dalam perawatan ortodonti untuk memperbaiki posisi gigi dan hubungan rahang secara bertahap. Alat ini bekerja dengan memberikan tekanan ringan dan terkontrol sehingga gigi dapat bergerak menuju posisi yang lebih ideal.

Banyak orang menggunakan istilah behel gigi, kawat gigi, dan ortodonti secara bergantian. Padahal, ortodonti adalah cabang ilmu kedokteran gigi yang berfokus pada diagnosis, pencegahan, dan perawatan kelainan posisi gigi maupun rahang.

Dengan kata lain, behel gigi merupakan salah satu metode yang digunakan dalam perawatan ortodonti. Selain behel konvensional, dokter gigi spesialis ortodonti juga dapat menggunakan pilihan lain seperti clear aligner atau alat ortodonti khusus sesuai kebutuhan pasien.

Menurut standar American Association of Orthodontists (AAO), pergerakan gigi terjadi akibat tekanan yang diberikan secara terus-menerus melalui kawat dan bracket. Tekanan tersebut memicu proses remodeling tulang sehingga gigi dapat bergeser secara bertahap ke posisi yang lebih ideal. Karena itu, perawatan ortodonti perlu direncanakan dan dipantau secara cermat oleh dokter gigi spesialis ortodonti untuk menjaga kesehatan jaringan pendukung gigi selama proses perawatan.

Fungsi Behel Gigi untuk Kesehatan dan Estetika

Banyak orang mengenal behel sebagai perawatan untuk merapikan gigi. Padahal, fungsi behel gigi jauh lebih luas daripada sekadar meningkatkan penampilan.

Behel gigi dapat membantu:

  • Merapikan susunan gigi yang tidak teratur.

  • Memperbaiki hubungan gigitan atas dan bawah.

  • Mengurangi area yang sulit dibersihkan sehingga risiko penumpukan plak dapat berkurang.

  • Membantu meningkatkan fungsi mengunyah.

  • Mendukung pelafalan beberapa bunyi tertentu.

  • Meningkatkan kepercayaan diri melalui senyum yang lebih proporsional.

Secara klinis, tujuan utama perawatan ortodonti adalah menciptakan keseimbangan antara fungsi, kesehatan, dan estetika.

Kondisi Gigi yang Dapat Dikoreksi dengan Behel

Berikut adalah beberapa masalah maloklusi utama yang dapat dikoreksi dengan behel gigi:

Gigi Berjejal (Crowding)

Terjadi ketika ruang pada rahang tidak cukup untuk menampung seluruh gigi sehingga beberapa gigi tumbuh bertumpuk atau berputar. Kondisi ini meningkatkan risiko penumpukan plak, karang gigi, dan gigi berlubang.

 

Gigi Renggang (Spacing)

Adanya jarak berlebih antar-gigi yang dapat mengganggu estetika dan menyebabkan makanan lebih mudah tersangkut.

 

Gigi Tonggos (Protrusi)

Kondisi ketika gigi depan atas terlalu maju dibandingkan gigi bawah sehingga lebih rentan mengalami trauma atau patah akibat benturan.

 

Gigitan Terbalik (Crossbite)

Satu atau beberapa gigi atas berada di belakang gigi bawah saat menggigit. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan keausan abnormal pada email gigi dan asimetri wajah.

 

Gigitan Terbuka (Open Bite)

Gigi depan atas dan bawah tidak dapat bertemu saat menggigit sehingga mengganggu proses mengunyah maupun berbicara. Hal ini membuat pasien kesulitan memotong makanan dan mengganggu kejelasan artikulasi saat berbicara (cadel).

Siapa yang Perlu Pasang Behel Gigi?

Perawatan behel dapat dilakukan oleh remaja maupun orang dewasa. Saat ini semakin banyak profesional muda yang memilih pasang behel gigi bukan hanya untuk memperbaiki estetika senyum, tetapi juga untuk meningkatkan kesehatan rongga mulut dalam jangka panjang.

Sebaiknya konsultasikan ke dokter gigi spesialis ortodonti jika kamu mengalami:

  1. Merasa tidak percaya diri dengan estetika senyuman atau profil wajah (misalnya dagu terlalu maju atau mundur).

  2. Sering mengalami makanan tersangkut di area yang sama karena posisi gigi yang berjejal atau berputar.

  3. Mengalami kesulitan saat mengunyah makanan secara efektif atau sendi rahang sering terasa lelah setelah makan.

  4. Mengalami gejala Temporomandibular Disorder (TMD) seperti bunyi “klik” (clicking) atau nyeri pada sendi di dekat telinga saat membuka mulut lebar.

  5. Gigi depan bawah sering kali menggigit langit-langit mulut (deep bite atau gigitan dalam), yang dapat memicu trauma jaringan lunak.

Jenis Behel Gigi yang Umum Digunakan

Saat ini tersedia beberapa pilihan behel dengan karakteristik yang berbeda.

Jenis Behel Gigi

Kelebihan

Pertimbangan Klinis

Behel Metal (Conventional Braces)

Sangat efektif untuk kondisi kompleks; biaya relatif terjangkau; durabilitas material tinggi.

Paling terlihat jelas pada gigi; membutuhkan karet elastis (o-ring) yang harus diganti rutin tiap bulan karena mudah menyerap warna makanan.

Behel Keramik / Safir (Ceramic Braces)

Nilai estetika tinggi karena warnanya transparan atau sewarna dengan gigi asli; cocok untuk profesional.

Material lebih getas (mudah pecah) dibanding metal; membutuhkan perawatan higienitas ekstra agar karet ligatur tidak menguning.

Behel Self-Ligating (Damon System)

Tidak menggunakan karet elastis melainkan klip pengunci khusus; meminimalkan gaya gesek (friction), mengurangi rasa sakit, dan durasi kontrol cenderung lebih fleksibel.

Biaya investasi awal perawatan relatif lebih tinggi dibanding sistem konvensional.

Behel Lingual

Tersembunyi sempurna karena bracket ditempel pada permukaan bagian dalam gigi (menghadap lidah).

Proses adaptasi bicara lebih lama pada minggu-minggu pertama; pembersihan membutuhkan ketelitian ekstra.

Clear Aligners (Invisalign)

Berupa selubung plastik transparan lepas-pasang (removable); sangat estetik; nyaman digunakan dan mudah dibersihkan saat makan.

Membutuhkan tingkat disiplin pasien yang sangat tinggi (wajib dipakai minimal 20–22 jam sehari); tidak diindikasikan untuk kondisi maloklusi yang sangat ekstrem.

Tahapan Pemasangan Behel Gigi

Sebelum pemasangan behel, Smile People perlu melalui beberapa tahapan penting berikut ini.

  1. Konsultasi Awal

    Dokter gigi spesialis ortodonti akan mengevaluasi kondisi gigi, rahang, dan kebutuhan perawatan pasien.

  2. Pemeriksaan Penunjang

    Pemeriksaan dapat meliputi:

    1. Foto rontgen baik panoramik dan sefalometri.

    2. Foto intraoral dan ekstraoral.

    3. Cetakan atau pemindaian digital gigi.

    4. Analisis hubungan rahang.

  3. Penyusunan Rencana Perawatan

    Setelah seluruh data terkumpul, dokter gigi akan menjelaskan:

    1. Diagnosis kondisi gigi.

    2. Pilihan perawatan yang tersedia.

    3. Estimasi durasi perawatan.

    4. Jadwal kontrol yang diperlukan.

  4. Pemasangan Behel

    Bracket ditempelkan pada permukaan gigi dan dihubungkan dengan kawat ortodonti yang akan memberikan tekanan terkontrol untuk menggerakkan gigi.

  5. Kontrol Berkala

    Pasien perlu datang secara rutin sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Pada tahap ini dilakukan evaluasi perkembangan dan penyesuaian alat bila diperlukan.

 

Berapa Lama Perawatan Behel Gigi?

Durasi perawatan berbeda pada setiap pasien. Secara umum, perawatan ortodonti dapat berlangsung sekitar 1 hingga 3 tahun, tergantung kondisi awal dan target perawatan.

 

Beberapa faktor yang berpengaruh antara lain:

  1. Tingkat kompleksitas kondisi gigi.

  2. Usia pasien.

  3. Jenis alat ortodonti yang digunakan.

  4. Kepatuhan terhadap jadwal kontrol.

  5. Kebersihan gigi dan mulut selama perawatan.

  6. Respons biologis tubuh terhadap pergerakan gigi.

 

Karena setiap kondisi unik, estimasi yang paling akurat hanya dapat diberikan setelah pemeriksaan langsung.

 

Faktor yang Memengaruhi Harga Behel Gigi

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan pasien sebelum memulai perawatan adalah mengenai harga behel gigi.

Perlu dipahami bahwa biaya perawatan ortodonti tidak dapat disamaratakan karena setiap kondisi memiliki kebutuhan yang berbeda.

Beberapa faktor yang memengaruhi harga behel gigi meliputi:

  • Jenis behel yang dipilih.

  • Tingkat kompleksitas kondisi gigi.

  • Pemeriksaan penunjang yang diperlukan.

  • Durasi perawatan.

  • Frekuensi kontrol.

  • Kebutuhan tindakan tambahan sebelum pemasangan.

  • Teknologi dan material yang digunakan.

Karena itu, konsultasi langsung dengan dokter gigi spesialis ortodonti merupakan cara terbaik untuk mendapatkan estimasi biaya yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

 

Kenapa Konsultasi Behel di Smile Concept Dental Clinic?

Bagi masyarakat yang tinggal atau bekerja di Jakarta Selatan, lokasi klinik sering menjadi pertimbangan penting dalam memilih tempat perawatan ortodonti.

 

Perawatan behel memerlukan kontrol rutin dalam jangka waktu tertentu. Karena itu, memilih klinik yang mudah diakses dari area seperti Kemang, Cilandak, Cipete, atau sekitarnya dapat membantu menjaga konsistensi jadwal kontrol.

Bagi wanita karier yang memiliki mobilitas tinggi, beberapa faktor yang biasanya dipertimbangkan meliputi:

  • Lokasi yang mudah dijangkau dari rumah atau kantor.

  • Jadwal konsultasi yang nyaman.

  • Informasi biaya yang transparan.

  • Pendampingan yang jelas selama proses perawatan.

 

Di Smile Concept Dental Clinic Jakarta Selatan, pasien dapat memulai dengan konsultasi untuk mengetahui kondisi gigi, pilihan perawatan yang tersedia, serta estimasi rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

 

Kesimpulan

Behel gigi merupakan salah satu solusi ortodonti yang dapat membantu memperbaiki susunan gigi dan hubungan rahang secara bertahap. Selain meningkatkan estetika senyum, perawatan ini juga dapat mendukung kesehatan dan fungsi rongga mulut dalam jangka panjang.

 

Jika Smile People memiliki gigi bertumpuk, renggang, tonggos, atau merasa gigitan tidak nyaman, langkah terbaik adalah melakukan konsultasi dengan dokter gigi ortodonti. Melalui pemeriksaan yang menyeluruh, kamu dapat memperoleh rekomendasi perawatan yang sesuai serta estimasi waktu dan biaya yang lebih akurat.

 

Untuk Smile People yang berada di Jakarta Selatan, Smile Concept Dental Clinic dapat menjadi tempat untuk memulai konsultasi dan memahami pilihan perawatan ortodonti yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Referensi:

  1. Mundhada, V. V., Jadhav, V. V., & Reche, A. (2023). A Review on Orthodontic Brackets and Their Application in Clinical Orthodontics. Cureus, 15(10), e46615. https://doi.org/10.7759/cureus.46615

  2. Prawana, C., Laviana, A., Evangelina, I. A., & Mardiati, E. (2025). The preference of orthodontists in Indonesia for the use of conventional and self-ligating orthodontic bracket. Journal of International Dental and Medical Research. https://www.jidmr.com/journal/wp-content/uploads/2025/09/44-D25_3524_Endah_Mardiati_Indonesia-Clin.pdf

Jenis Behel Gigi: Kenali Perbedaannya Sebelum Memilih Perawatan Ortodonti

Bingung memilih jenis behel gigi? Kenali perbedaan behel metal, keramik, self-ligating, lingual, dan clear aligner agar bisa memilih perawatan yang sesuai
Bingung memilih jenis behel gigi? Kenali perbedaan behel metal, keramik, self-ligating, lingual, dan clear aligner agar bisa memilih perawatan yang sesuai

Saat memutuskan untuk merapikan gigi, banyak pasien langsung bertanya, “Jenis behel gigi apa yang paling bagus?”

Jawabannya tidak sesederhana itu.

Saat ini terdapat berbagai jenis behel gigi yang dirancang untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Ada pasien yang lebih mengutamakan efektivitas perawatan, ada yang mencari tampilan yang lebih estetik, dan ada pula yang mempertimbangkan kenyamanan selama menjalani perawatan ortodonti.

Karena itu, sebelum memulai perawatan, penting untuk memahami macam macam behel gigi yang tersedia beserta kelebihan dan keterbatasannya. Dengan begitu, Smile People dapat memilih perawatan yang lebih sesuai dengan kondisi gigi, kebutuhan estetika, serta gaya hidup sehari-hari.

 

Kenapa Ada Berbagai Jenis Behel Gigi?

Banyak orang mengira semua behel bekerja dengan cara yang sama. Padahal, setiap jenis behel gigi memiliki desain, material, dan karakteristik yang berbeda.

Pemilihan jenis behel biasanya mempertimbangkan beberapa faktor, seperti:

  • Tingkat kerapian susunan gigi saat ini.

  • Kondisi gigitan atas dan bawah.

  • Kebutuhan estetika pasien.

  • Kenyamanan selama perawatan.

  • Kemampuan menjaga kebersihan gigi dan mulut.

  • Aktivitas sosial maupun pekerjaan sehari-hari.

Misalnya, seorang profesional yang sering bertemu klien di Jakarta Selatan mungkin menginginkan pilihan yang lebih tidak mencolok dibandingkan mahasiswa yang lebih mengutamakan fungsi dan efektivitas.

Karena berbagai kondisi tersebut, tidak ada satu jenis behel yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua orang.

 

Jenis Behel Gigi yang Umum Dipilih

  1. Behel Metal Konvensional

Behel metal merupakan jenis behel yang paling banyak digunakan dan telah menjadi standar dalam perawatan ortodonti selama puluhan tahun.

Jenis behel ini menggunakan bracket berbahan logam yang dihubungkan dengan kawat ortodonti serta karet elastik untuk membantu menggerakkan gigi secara bertahap.

Kelebihan Behel Metal

  • Efektif untuk berbagai tingkat kompleksitas kondisi.

  • Material kuat dan tahan lama.

  • Menjadi pilihan yang paling umum digunakan.

Kekurangan Behel Metal

  • Tampilan lebih terlihat dibanding jenis behel lainnya.

  • Karet elastik dapat berubah warna apabila kebersihan mulut kurang terjaga.

  1. Behel Keramik

Behel keramik bekerja dengan prinsip yang sama seperti behel metal, tetapi menggunakan bracket berwarna menyerupai warna gigi sehingga tampil lebih estetik.

Jenis ini banyak dipilih oleh pasien dewasa yang ingin menjalani perawatan ortodonti dengan tampilan yang lebih tidak mencolok.

Kelebihan Behel Keramik

  • Warna bracket menyatu dengan warna gigi.

  • Lebih estetik saat tersenyum atau berbicara.

Kekurangan Behel Keramik

  • Material cenderung lebih rapuh dibanding logam.

  • Membutuhkan perhatian lebih untuk menjaga kebersihan bracket dan karet ligatur.

  1. Behel Self Ligating (Damon dan Sejenisnya)

Behel self ligating menggunakan sistem bracket dengan mekanisme pengunci khusus sehingga tidak memerlukan karet elastik konvensional.

Salah satu sistem yang paling dikenal adalah Damon System.

Kelebihan Behel Self Ligating

  • Tidak menggunakan karet elastik.

  • Pembersihan relatif lebih mudah.

  • Gesekan antara bracket dan kawat cenderung lebih rendah.

Kekurangan Behel Self Ligating

  • Tidak selalu diperlukan pada semua kondisi gigi.

  • Biaya perawatan biasanya dipengaruhi oleh sistem bracket yang digunakan.

  1. Behel Lingual

Behel lingual dipasang pada permukaan belakang gigi yang menghadap ke lidah sehingga tidak terlihat dari luar.

Kelebihan Behel Lingual

  • Sangat estetik.

  • Hampir tidak terlihat saat tersenyum.

Kekurangan Behel Lingual

  • Masa adaptasi cenderung lebih lama.

  • Dapat memengaruhi kenyamanan lidah pada awal penggunaan.

  • Membutuhkan teknik pemasangan yang lebih kompleks.

  1. Behel Gigi Transparan (Clear Aligner)

Behel gigi transparan atau clear aligner menggunakan serangkaian tray plastik transparan yang dapat dilepas dan dipasang kembali sesuai kebutuhan.

Pilihan ini semakin populer di kalangan profesional dan pasien dewasa yang menginginkan perawatan ortodonti yang lebih fleksibel.

Kelebihan Behel Gigi Transparan

  • Hampir tidak terlihat saat digunakan.

  • Dapat dilepas saat makan dan menyikat gigi.

  • Lebih nyaman bagi banyak pasien.

Kekurangan Behel Gigi Transparan

  1. Sangat bergantung pada kedisiplinan pasien.

  2. Tidak semua kasus ortodonti dapat ditangani dengan aligner.

Untuk mempermudah, berikut adalah Tabel Perbandingan Jenis Behel Gigi

Jenis Behel

Tampilan

Kenyamanan

Kontrol Berkala

Indikasi Umum

Faktor Biaya

Metal

Paling terlihat

Baik

Rutin

Hampir semua kondisi

Relatif lebih sederhana

Keramik

Lebih samar

Baik

Rutin

Ringan hingga kompleks

Dipengaruhi material

Self-Ligating

Modern dan rapi

Baik

Rutin

Beragam kasus ortodonti

Dipengaruhi sistem bracket

Lingual

Tidak terlihat

Adaptasi lebih lama

Rutin

Pasien dengan kebutuhan estetika tinggi

Lebih kompleks

Perlu dipahami bahwa biaya perawatan ortodonti tidak hanya ditentukan oleh jenis behel. Faktor lain yang turut memengaruhi antara lain:

  1. Kompleksitas kondisi gigi.

  2. Lama perawatan.

  3. Frekuensi kontrol.

  4. Pemeriksaan penunjang.

  5. Tindakan tambahan yang mungkin diperlukan.

Oleh karena itu, estimasi biaya perawatan behel gigi yang akurat hanya dapat diberikan setelah pemeriksaan langsung oleh dokter gigi spesialis ortodonti.

Cara Memilih Jenis Behel Gigi yang Tepat

Memilih jenis behel gigi tidak sebaiknya hanya berdasarkan tren media sosial atau rekomendasi teman. Setiap pasien memiliki kondisi gigi, pola gigitan, dan kebutuhan perawatan yang berbeda sehingga jenis behel yang cocok untuk satu orang belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk orang lain.

Sebelum menentukan perawatan, dokter gigi spesialis ortodonti akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengevaluasi:

  • Posisi gigi.

  • Hubungan rahang.

  • Pola gigitan.

  • Kesehatan gusi.

  • Kondisi tulang penyangga gigi.

Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan apakah Smile People lebih cocok menggunakan behel metal, behel keramik, behel self ligating, behel lingual, atau behel gigi transparan.

Saat memilih behel, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar keputusan yang diambil sesuai dengan kebutuhan perawatan jangka panjang.

  1. Jangan Hanya Mengikuti Tren

    Jenis behel yang populer di media sosial atau digunakan oleh teman belum tentu menjadi pilihan yang paling tepat untuk kondisi gigi Smile People.

  2. Jangan Hanya Fokus pada Estetika

    Tampilan memang menjadi salah satu pertimbangan penting, terutama bagi pasien dewasa. Namun, efektivitas perawatan dan kesehatan fungsi gigitan tetap harus menjadi prioritas utama.

  3. Pertimbangkan Komitmen Kontrol Rutin

    Perawatan ortodonti memerlukan kontrol berkala selama berbulan-bulan hingga beberapa tahun. Karena itu, penting memilih sistem perawatan dan klinik yang mendukung konsistensi jadwal kontrol.

  4. Pahami bahwa Hasil Setiap Pasien Berbeda

    Banyak orang menganggap semua jenis behel dapat memberikan hasil dalam waktu yang sama. Padahal, kecepatan perawatan dipengaruhi oleh kompleksitas kondisi, respon biologis tubuh, kepatuhan pasien, dan rencana perawatan yang dibuat oleh dokter gigi spesialis ortodonti.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Smile People dapat memilih jenis behel yang tidak hanya sesuai dengan preferensi estetika, tetapi juga mendukung hasil perawatan yang aman, sehat, dan optimal dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Saat ini terdapat berbagai jenis behel gigi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien, mulai dari behel metal, keramik, self-ligating, lingual, hingga clear aligner. Masing-masing memiliki karakteristik, kelebihan, dan keterbatasan yang berbeda.

 

Karena tidak ada satu jenis behel yang cocok untuk semua orang, pemilihan perawatan sebaiknya dilakukan setelah pemeriksaan menyeluruh oleh dokter gigi spesialis ortodonti. Dengan diagnosis yang tepat, Smile People dapat memperoleh hasil perawatan yang tidak hanya lebih rapi secara estetika, tetapi juga sehat dan fungsional dalam jangka panjang.

 

Referensi:

  1. American Dental Association. (2007). Braces: Straighter teeth can improve oral health. Journal of the American Dental Association, 138(4), 556. https://doi.org/10.14219/jada.archive.2007.0210

  2. Mundhada, V. V., Jadhav, V. V., & Reche, A. (2023). A review on orthodontic brackets and their application in clinical orthodontics. Cureus, 15(10), e46615. https://doi.org/10.7759/cureus.46615

Berapa Lama Pemasangan Behel? Ini Tahapan dari Konsultasi sampai Kontrol Rutin

Berapa Lama Pemasangan Behel? Ini Tahapan dari Konsultasi sampai Kontrol Rutin
Berapa Lama Pemasangan Behel? Ini Tahapan dari Konsultasi sampai Kontrol Rutin

Berapa Lama Pemasangan Behel?

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan calon pasien adalah, “berapa lama pemasangan behel?”

Untuk menjawabnya, penting untuk membedakan antara waktu yang dibutuhkan saat prosedur pemasangan pertama dan total durasi perawatan hingga gigi menjadi lebih rapi.

Secara umum:

  • Proses pasang behel pada hari pemasangan biasanya memerlukan waktu sekitar 30–90 menit, tergantung kondisi gigi dan jenis behel yang digunakan.

  • Sementara itu, berapa lama pakai behel dapat berbeda pada setiap pasien, tetapi umumnya berkisar antara 1–3 tahun.

Jadi, jika Smile People bertanya pasang behel berapa lama, jawabannya adalah kurang dari 2 jam untuk pemasangan awal, tetapi hasil perawatan memerlukan waktu yang jauh lebih panjang dan dilakukan secara bertahap.

Tahapan Wajib Sebelum Behel Dipasang

Sebelum behel ditempelkan ke gigi, dokter gigi spesialis ortodonti harus melakukan pemeriksaan menyeluruh. Langkah-langkah ini tidak boleh dilewati demi keamanan akar gigi dan tulang rahang Smile People.

  1. Konsultasi Klinis Awal

Dokter akan mengevaluasi secara visual mengenai:

  1. Posisi gigi dan relasi rahang atas-bawah.

  2. Tingkat keparahan gigi berjejal (crowding) atau gigi renggang (spacing).

  3. Profil wajah dan simetri senyum dari depan maupun samping.

  1. Pemeriksaan Rontgen Ortodonti (SOP Wajib)

Dokter gigi wajib menganalisis struktur yang tidak terlihat oleh mata melalui pemeriksaan penunjang:

  1. Foto Panoramik: Untuk melihat seluruh kondisi gigi, akar gigi, dan mendeteksi adanya gigi bungsu yang tertanam (impaksi).

  2. Foto Sefalometri: Untuk menganalisis profil tulang tengkorak, sudut kemiringan gigi, dan hubungan rahang terhadap dasar tengkorak.

  3. Pencetakan Gigi atau Intraoral Scan 3D: Untuk membuat model fisik gigi pasien sebagai acuan rencana pergerakan gigi.

  1. Perawatan Pendahuluan (Gigi Harus Sehat)

Behel tidak boleh dipasang di atas gigi atau gusi yang bermasalah. Jika ditemukan indikasi klinis, dokter akan menyelesaikan perawatan ini terlebih dahulu:

  1. Scaling (pembersihan karang gigi) untuk meredakan radang gusi (gingivitis).

  2. Penambalan pada gigi yang berlubang.

  3. Pencabutan gigi jika lengkung rahang kekurangan ruang, atau pencabutan gigi bungsu yang mengganggu arah pergeseran gigi.

Bagaimana Proses Pasang Behel Dilakukan?

Banyak orang membayangkan proses pasang behel akan terasa menyakitkan. Faktanya, prosedur ini tidak melibatkan pembedahan maupun penyuntikan bius, sehingga relatif sangat nyaman. Setelah semua perawatan pendahuluan selesai dilakukan, kini gigi Smile People siap untuk pemasangan behel.

Berikut urutan langkahnya:

  1. Pembersihan Permukaan Gigi: Gigi dibersihkan dari plak dan sisa makanan, lalu dikeringkan total.

  2. Proses Etching dan Bonding: Permukaan gigi diaplikasikan bahan asam khusus (etching) untuk membuka pori-pori mikroskopis email gigi, dibilas, lalu diolesi lem khusus (bonding material).

  3. Pemasangan Bracket: Dokter mengaplikasikan semen komposit ortodonti di belakang bracket, lalu menempelkannya satu per satu ke gigi pasien dengan presisi matematis yang super akurat.

  4. Penyinaran (Light Curing): Bracket yang sudah terpasang disorot dengan lampu LED/UV khusus agar lem langsung mengeras dan mengunci posisi bracket.

  5. Pemasangan Kawat (Archwire) & Penguncian: Kawat ortodonti dimasukkan ke dalam celah bracket. Pada behel metal konvensional, kawat akan diikat menggunakan karet elastis (o-ring). Sedangkan pada sistem self-ligating (seperti Damon), kawat dikunci otomatis oleh pintu klip bawaan bracket.

  6. Edukasi Pasca-Pemasangan: Dokter akan memberikan instruksi cara menyikat gigi khusus behel, daftar makanan keras/lengket yang pantang dikonsumsi, serta cara memakai orthodontic wax jika ada kawat yang menusuk pipi.

Faktor yang Membedakan Durasi Perawatan Pasien

Kenapa ada orang yang giginya rapi dalam 1 tahun, tapi ada yang sampai 3 tahun belum lepas behel? Ini faktor penentunya:

  1. Kompleksitas Maloklusi: Kasus ringan seperti gigi renggang sedikit tentu jauh lebih cepat selesai dibanding kasus gigi berjejal parah, gigit silang (crossbite), gigitan terbuka (open bite), atau kelainan pertumbuhan tulang rahang (skletal malocclusion).

  2. Pilihan Sistem Ortodonti: Behel self-ligating (Damon) dan clear aligner (seperti Invisalign) memiliki teknologi mekanis yang meminimalkan gaya gesek, sehingga pada banyak kasus klinis dapat menggeser gigi lebih cepat dan nyaman dibanding behel metal biasa.

  3. Respon Biologis Jaringan: Kecepatan renovasi tulang rahang (proses pembentukan tulang baru saat gigi ditarik) bervariasi pada setiap individu, dipengaruhi oleh faktor usia dan metabolisme tubuh.

Estimasi Durasi Pakai Behel Sampai Gigi Rapi

Salah satu pertanyaan yang sering muncul setelah pemasangan adalah berapa lama pakai behel sampai hasilnya terlihat? Sebagai gambaran medis secara umum, berikut perkiraan waktu yang dibutuhkan:

Kategori Kasus

Kondisi Klinis Gigi

Estimasi Durasi Perawatan

Ringan

Celah gigi sedikit, gigi berjejal sangat ringan tanpa kelainan gigitan

12 – 18 Bulan

Sedang

Gigi berjejal sedang, memerlukan sedikit ekspansi rahang/pencabutan terbatas

18 – 24 Bulan

Kompleks

Gigi berjejal parah, tonggos/cakil berat, membutuhkan pencabutan beberapa gigi atau koreksi rahang

24 – 36 Bulan (atau lebih)

Pentingnya Disiplin Kontrol Rutin & Kepatuhan Pasien

Pergerakan gigi mengandalkan tekanan konstan yang terukur. Oleh karena itu, kontrol rutin hukumnya wajib ya Smile People:

  1. Behel Konvensional

Umumnya memerlukan kontrol setiap 3–4 minggu sekali agar dokter dapat mengganti karet elastik dan mengevaluasi perkembangan perawatan.

  1. Behel Self-Ligating

Biasanya kontrol dilakukan setiap 6–8 minggu sekali, tergantung kondisi masing-masing pasien.

Kontrol rutin sangat penting karena pergerakan gigi harus dipantau secara berkala. Melewatkan jadwal kontrol dapat menyebabkan durasi perawatan menjadi lebih lama dari yang direncanakan.

Tips Persiapan Sebelum Pasang Behel

Agar proses pemasangan di hari pertama berjalan mulus tanpa hambatan:

  1. Makanlah dengan kenyang sebelum datang ke klinik, karena setelah behel dipasang gigi akan terasa linu dan Smile People perlu beradaptasi dengan makanan lunak selama beberapa hari.

  2. Siapkan mental dan pastikan semua keluhan gigi berlubang atau karang gigi sudah diselesaikan pada sesi kunjungan sebelumnya.

Kapan Harus Booking Konsultasi?

Jika Smile People merasa susunan gigi tidak rapi, mengalami kesulitan mengunyah, atau merasa kurang percaya diri dengan estetika senyuman, jangan menunda untuk berkonsultasi. Dokter gigi spesialis ortodonti di Smile Concept siap melakukan pemeriksaan klinis mendalam beserta analisis rontgen lengkap untuk merancang perjalanan ortodonti terbaik yang paling efisien bagi Smile People.

Kesimpulan

Banyak orang bertanya, “berapa lama pemasangan behel?” Padahal, yang perlu dipahami adalah bahwa pemasangan behel dan keseluruhan perawatan ortodonti merupakan dua hal yang berbeda.

Proses pasang behel biasanya hanya memerlukan waktu sekitar 30–90 menit. Namun, untuk mendapatkan susunan gigi dan gigitan yang lebih ideal, perawatan umumnya berlangsung antara 1–3 tahun, tergantung pada kompleksitas kasus, jenis alat ortodonti yang digunakan, serta kepatuhan pasien terhadap jadwal kontrol rutin.

Karena setiap kondisi gigi dan rahang memiliki kebutuhan yang berbeda, estimasi durasi perawatan yang paling akurat hanya dapat ditentukan melalui pemeriksaan langsung oleh dokter gigi spesialis ortodonti. Dengan diagnosis dan perencanaan yang tepat, perawatan ortodonti tidak hanya membantu merapikan gigi, tetapi juga mendukung fungsi gigitan dan kesehatan rongga mulut dalam jangka panjang.

Referensi:

  1. Abbing, A., Koretsi, V., Eliades, T., & Papageorgiou, S. N. (2020). Duration of orthodontic treatment with fixed appliances in adolescents and adults: a systematic review with meta-analysis. Progress in orthodontics, 21(1), 37. https://doi.org/10.1186/s40510-020-00334-4

  2. Aref, S., Ravuri, P., Kubavat, A. K., Sowmya, C., Nallamilli, L. V. S., Bhanawat, N., & Tiwari, R. (2024). Comparative Analysis of Braces and Aligners: Long-Term Orthodontic Outcomes. Journal of pharmacy & bioallied sciences, 16(Suppl 3), S2385–S2387. https://doi.org/10.4103/jpbs.jpbs_268_24

  3. Tsichlaki, A., Chin, S. Y., Pandis, N., & Fleming, P. S. (2016). How long does treatment with fixed orthodontic appliances last? A systematic review. American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics, 149(3), 308–318. https://doi.org/10.1016/j.ajodo.2015.09.020

Inilah Jenis Kawat Gigi dan Keunggulannya

Kondisi gigi yang kurang teratur dan tidak rapi dapat membuat rasa confidence Anda berkurang. Bahkan untuk beberapa kasus, harus dilakukan tindakan pemasangan kawat oleh dokter ortodonti karena kondisi gigi yang cukup parah. 

Terdapat jenis kawat gigi yang bermacam-macam sesuai dengan keperluan Anda. Berikut beberapa jenis kawat gigi yang dapat menjadi bahan Anda pertimbangan sebelum merapikan gigi kesayangan Anda:

  1. Kawat Gigi Konvensional

Jenis kawat gigi ini sangat populer di kalangan masyarakat. Bahan dasar kawat gigi konvensional adalah metal. Kelebihan dari kawat gigi konvensional adalah terdapat varian warna beragam untuk bracket gigi, sehingga Anda dapat menyesuaikan warna sesuai selera Anda.

  1. Kawat Gigi Self-Ligating (Damon)

Kawat gigi ini memiliki kemiripan dengan jenis kawat gigi konvensional. Hanya saja terdapat klip khusus untuk mempertahankan letak kawat baja pada bracket gigi. Dan terdapat pilihan warna transparan atau keramik untuk Anda yang mungkin risi menggunakan bracket gigi yang berwarna.

  1. Kawat Gigi Keramik
kawat gigi

Jenis kawat ini sangat cocok bagi Anda yang tidak ingin tampak terlampau mencolok. Karena umumnya warna pada bracket gigi yang digunakan kawat gigi ini adalah senada dengan warna gigi atau transparan sehingga Anda terlihat seperti memakai kawat saja pada gigi Anda.

  1. Kawat Gigi Lingual

Kawat gigi lingual memiliki keunikan hanya dipasang di bagian belakang gigi sehingga Anda tampak seperti tidak menggunakan kawat gigi jika dilihat dari luar.

  1. Behel Transparan (Clean Aligner)

Jenis behel Clean Aligner menggunakan inovasi teranyar yaitu teknologi 3D. Bahan yang dipakai Clean Aligner adalah berwarna bening sehingga tidak akan terlihat mencolok. Anda dapat melepas behel ini saat sikat gigi, makan, atau sesuai keperluan Anda. Dan uniknya, perawatan aligner gigi membutuhkan lebih sedikit kunjungan ke dokter gigi dibandingkan jenis behel yang lain.Untuk penanganan yang lebih baik silakan menghubungi dokter spesialis ortodonti Anda agar behel yang Anda pilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan Anak Harus Mulai Belajar Gosok Gigi?

Anak yang sehat adalah dambaan setiap orang tua? Tahukah Anda, ternyata kesehatan gigi dan gusi akan mempengaruhi kesehatan buah hati Anda secara global. Perawatan gigi dapat dimulai sejak gigi awal anak tumbuh yaitu sekitar usia 6 bulan. Caranya pun cukup mudah, Anda hanya perlu mengelap gigi tersebut dengan kain atau handuk yang lembut.

Masih banyak ahli kesehatan gigi yang berbeda pendapat kapan anak mulai belajar gosok gigi. Sebagian berpendapat aktivitas gosok gigi sudah dapat dimulai sejak tumbuhnya 4 gigi pertama, Namun, ahli lain berpendapat menggosok gigi baru dimulai ketika anak berumur 2-3 tahun. Sikat gigi yang dipakai adalah sikat gigi dengan ukuran khusus anak, dan dilakukan sebanyak 2 kali sehari.

Anak Mulai Menggosok Gigi Sendiri

Saat buah hati Anda sudah berusia 3 tahun, perkembangan motorik anak sudah dapat menggenggam benda-benda ringan seperti, pensil dan sikat gigi. Itulah waktu yang tepat untuk memulai mengajak anak untuk belajar gosok gigi sendiri. Anda dapat membantunya untuk menggosok giginya sendiri dengan perlahan. Aktivitas ini akan semakin menyenangkan dengan menambahkan bernyanyi saat anak belajar gosok gigi.

Pembiasaan belajar gosok gigi anak harus didampingi orang yang lebih dewasa sampai anak-anak berumur 6 tahun. Karena koordinasi motorik anak di bawah umur 6 tahun belum terlalu baik untuk menggosok gigi mereka sendiri.

belajar gosok gigi

Anak dapat Dilepas untuk Menggosok Gigi Sendiri

Kondisi ini dapat dilakukan oleh anak, ketika usia mereka di atas 6 tahun. Namun, Anda harus tetap mengontrol mereka untuk dapat rutin menggosok gigi sampai berhasil menjadi kebiasaan baik yang tidak harus diingatkan untuk melakukannya.

Gigi yang bersih karena rajin menggosok gigi, akan menghindarkan anak Anda dari kerusakan gigi, peradangan gusi, sampai gigi berlubang. Pembiasaan adalah kunci untuk menyukseskan belajar menggosok gigi pada anak. Anak-anak harus terus diperlihatkan contoh menyikat gigi yang baik terutama dari Ayah dan Bunda sehingga mereka bisa mencontoh kebiasaan baik tersebut.

Lebih Baik Cabut Gigi atau Tambal Gigi?

Anda mengalami gigi berlubang? Tak perlu terlalu khawatir, tidak semua gigi berlubang harus dilakukan tindakan cabut gigi. Ada beberapa kondisi gigi berlubang yang masih dapat ditangani dengan tambal gigi. Berikut ini adalah ulasannya:

  1. Lubang Gigi di Bagian Email

Karies pada email gigi masih dapat dilakukan tambal gigi, karena lubang gigi hanya sebatas lapisan terluar gigi.

  1. Lubang Gigi di Bagian Dentin

Jika gigi Anda berlubang di bagian dentin yaitu lapisan di bawah email, maka masih dapat ditambal. Tetapi, jika kerusakan hampir mencapai bagian pulpa gigi, maka harus diobati lebih dahulu sebelum dilakukan tambal gigi.

  1. Lubang Gigi Telah Melukai Pulpa

Pada tahap ini, kerusakan gigi sudah mencapai saraf gigi. Sehingga treatment harus dilakukan di bagian saluran akar, untuk mengangkat jaringan pulpa yang telah terkena infeksi.

  1. Abses 

Jika sudah terdapat benjolan berisi nanah pada gigi, maka harus dilakukan perawatan pada saluran akar untuk mengatasi infeksi lebih dahulu, kemudian baru dilakukan tambal gigi.

Kondisi Gigi Berlubang yang Harus Dilakukan Cabut Gigi Berikut ulasan gigi berlubang yang wajib untuk dicabut :

  • Lubang Gigi Lebar dan Dalam

Apabila kerusakan gigi besar dan telah sampai dasar kamar pulpa bahkan ke bifurkasi (percabangan akar gigi), maka gigi harus dicabut karena infeksi telah menembus bagian bawah gigi.

tambal gigi
  • Gigi Berlubang Disertai Goyang

Jika gigi Anda mengalami kondisi ini, maka perlu dilakukan splinting agar gigi stabil terlebih dahulu sebelum tambal gigi. Karena gigi Anda akan tetap terasa sakit disebabkan goyangnya gigi.

  • Gigi Berlubang Tinggal Akar

Pada kondisi ini, agar tidak terjadi infeksi yang lebih parah perlu dilakukan cabut gigi.

  • Gigi Berlubang pada Geraham Bungsu yang Tumbuh Miring

Cabut gigi harus dilakukan pada kondisi ini untuk menghindari kerusakan gigi sekitarnya.

Setelah cabut gigi sebaiknya Anda segera menggantikannya dengan gigi palsu, supaya tidak menimbulkan sederet masalah baru pada rongga mulut dan gigi yang tentu saja akan sangat mengganggu Anda.

Abrasi Gigi: Penyebab dan Solusinya

Salah satu yang menjadi penyebab rusaknya jaringan keras pada gigi salah satunya yaitu abrasi gigi. Hal tersebut bisa dipicu karna adanya kontak berulang dari benda asing atau zat asing dengan permukaan gigi yang cukup sering. 

Selain itu hal tersebut juga dapat disebabkan oleh berbagai kebiasaan buruk seperti menggigit pensil, membuka tutup botol dengan gigi, serta mengunyah daun sirih. Tak banyak yang menyadari ternyata teknik menyikat gigi yang salah, penggunaan pasta gigi yang bersifat abrasif, penggunaan tusuk gigi dan juga penggunaan dental floss yang tidak benar bisa menjadi penyebab abrasi gigi.

Bahkan menggemeretakkan gigi  (penyakit bruxism)  yang dilakukan terus menerus turut memiliki andil besar dalam terjadinya abrasi gigi. Jika ingin melakukan penanganan, maka Anda perlu memperbaiki permukaan gigi yang rusak dengan penambalan atau pembuatan mahkota gigi. 

Hal tersebut akan disesuaikan dengan kondisi pada bagian permukaan gigi yang mengalami abrasi. Berikut ini ulasan yang lebih detail mengenai 2 cara penanganan abrasi gigi:

1. Penambalan Gigi

Untuk kondisi gigi yang terkena abrasi tetapi belum cukup parah bisa dilakukan penambalan gigi khususnya yang terletak di leher gigi. Resin yang memiliki warna serupa dengan gigi digunakan sebagai materi penambal gigi.

2. Pembuatan Crown (Mahkota Gigi) 

abrasi gigi

Saat hendak melakukan penanganan dengan pembuatan mahkota gigi maka Anda akan mendapatkan dua tahapan. Yaitu tahap pertama dokter akan melakukan pemeriksaan mendetail melalui rontgen gigi untuk memeriksa kondisi akar gigi dan tulang sekitar gigi yang akan dibuatkan mahkota, setelah itu Anda akan diberikan obat anestesi. 

Baca juga Tahukah Anda? Sikat Gigi Terlalu Sering Justru Buruk Lho!

Kemudian dokter akan membuat kerangka gigi dan melakukan pemasangan mahkota gigi sementara yang berguna untuk melindungi gigi Anda saat mahkota gigi permanen tengah dibuat oleh dokter. Pada pertemuan selanjutnya tahap kedua baru dilakukan untuk mengganti mahkota sementara tadi dengan yang permanen.

Abrasi dapat dicegah dengan menghentikan kebiasaan buruk, menjaga kebersihan mulut dengan teknik yang tepat menggunakan benang gigi dan sikat gigi, memperhatikan gaya hidup dengan mengubah pola makan sehat seperti dengan mengonsumsi susu dan produk yoghurt (tanpa pemanis) yang memiliki efek perlindungan terhadap abrasi gigi karena kandungan kalsium dan fosfatnya.

Tips Menjaga Gigi Palsu Agar Awet Tahan Lama

Menggunakan gigi palsu pasti akan sangat membantu bagi sebagian orang dalam mengunyah makanan secara maksimal, oleh karna itu sangat penting dalam merawat gigi palsu agar bisa awet dan bertahan lebih lama. Dengan rutin membersihkan gigi setelah makan dan menyikat gigi menggunakan pembersih khusus dan sikat gigi berbulu lembut merupakan salah satu tips menjaga gigi palsu Anda.

Gigi palsu yang dilekatkan secara permanen menggunakan metode tertentu disebut dengan gigi palsu cekat. Contoh dari gigi palsu cekat yaitu dental bridge atau gigi tiruan jembatan dan implan gigi. Dari kedua jenis gigi palsu tersebut tidak bisa dilepas dan dipasang sendiri oleh pasien, sehingga memerlukan cara perawatan yang tentu saja berbeda dari gigi palsu lepasan. 

Pastikan Anda merawat gigi palsu Anda dengan benar, sebab  jika tidak dibersihkan dan maka gigi palsu akan mudah rusak, longgar, tidak nyaman saat digunakan, berubah warna, serta juga menimbulkan berbau. Kuman dan bakteri juga dapat menghinggapi gigi palsu Anda selayaknya gigi asli. 

tips menjaga gigi palsu

Terlebih jika banyak tumpukan kotoran yang terus dibiarkan, maka lama-kelamaan bukan hanya gigi palsu yang akan rusak, bahkan juga gigi asli, gusi, dan jaringan rongga mulut lain di sekitarnya akan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Agar gigi tiruan yang cekat Anda dapat lebih awet, simaklah tips menjaga gigi palsu berikut ini:

• Rutin menyikat gigi menggunakan pasta gigi, pilihlah sikat yang berbulu lembut minimal sebanyak dua kali sehari, saat setelah sarapan dan sebelum tidur

• Menggunakan dental floss atau benang gigi dalam membersihkan sela antara gigi dan juga sela antara gigi dan gusi 

• Agar tidak mudah retak Anda harus menghindari makanan yang terlalu keras 

• Untuk mencegah perubahan warna gigi batasi konsumsi teh, kopi, ataupun minuman berwarna lainnya.

• Rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulut ke dokter gigi minimal 2 kali dalam satu tahun atau setiap enam bulan sekali. 
Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara merawat gigi palsu maupun masalah rongga mulut lainnya, bisa Anda konsultansikan langsung dengan dokter gigi di Smile Concept Clinic.

Inilah Alasan Ibu Hamil Disarankan Periksa ke Klinik Dokter Gigi

Perawatan gigi dan mulut yang lebih menyeluruh di klinik dokter gigi sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, karena pada masa kehamilan merupakan masa rentan terjadinya gangguan pada kesehatan gigi dan mulut. Masih banyak yang belum mengetahui terdapat keterkaitan antara kehamilan dengan kesehatan gigi dan mulut. 

Hal tersebut karena adanya perubahan hormon yang terjadi pada masa kehamilan, ternyata bisa berpotensi menyebabkan beberapa permasalahan di sekitar rongga mulut. Salah satunya yang sangat sering menjadi keluhan saat hamil yaitu pregnancy gingivitis atau peradangan gusi.

Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron dapat meningkatkan laju aliran darah ke gusi, hal tersebut dapat memicu gusi mengalami pembengkakan, sehingga menjadi sensitif, dan bereaksi berlebihan pada semua hal yang sifatnya dapat mengiritasi, selain itu juga dapat menimbulkan plak dan mengundang bakteri-bakteri di rongga mulut. 

Jika tidak ditangani dengan segera, maka gingivitis dapat berkembang menjadi penyakit periodontitis, yang lebih serius dari penyakit gusi bahkan juga bisa menyebabkan kerusakan pada struktur tulang rahang. Kondisi mual dan muntah yang juga kerap dialami oleh ibu hamil turut berkontribusi pada peluang terjadinya masalah gigi dan mulut. 

klinik dokter gigi

Karna pada saat muntah, Anda bisa mengeluarkan isi lambung yang terdiri dari makanan bercampur cairan asam dari lambung yang bersifat korosif jika sering terpapar cairan lambung dengan frekuensi tinggi pada gigi maka dapat mengikis enamel gigi serta juga menyebabkan gigi mudah berlubang. 

Dengan rusaknya enamel juga dapat meningkatkan risiko masuknya bakteri yang menjadi penyebab infeksi. Jangan pernah menunda pergi ke klinik dokter gigi selama masa kehamilan Anda karna ternyata dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan janin. 

Baca juga 6 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Gigi Anda

Bahkan pada beberapa penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara masalah gigi dan mulut dengan tingkat kelahiran prematur serta berat badan lahir rendah. Hal tersebut pada umumnya disebabkan oleh infeksi yang terjadi di bagian gigi atau gusi, yang tidak segera ditangani dengan baik, sehingga berkembang menjadi infeksi kronis yang berakibat juga dapat memengaruhi kondisi janin. Idealnya, semua ibu hamil harus pergi ke klinik dokter gigi minimal sekali pada masa kehamilan walaupun tidak mengalami keluhan khusus terkait gigi dan gusi. Anda bisa melakukan kunjungan ke dokter gigi pada awal masa kehamilan, jangan lupa untuk menginformasikan kepada dokter bahwa Anda sedang mengandung supaya dokter gigi dapat memilih obat maupun tindakan yang aman untuk janin Anda.

Tahukah Anda? Sikat Gigi Terlalu Sering Justru Buruk Lho!

Ternyata sikat gigi terlalu sering justru tidak memberikan dampak positif bagi gigi Anda, karna jika disikat lebih dari dua kali gigi akan lebih mudah rusak. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi, yaitu dokter Bambang Nursasongko. 

Lalu seberapa sering sebaiknya harus menyikat gigi, serta kapankah waktu terbaik untuk melakukannya? Berikut ini akan dibahas ulasannya secara lengkap.

Pastikan Anda jangan menyikat gigi langsung sesaat setelah makan, cukup bahaya karna sehabis makan, mulut masih bersifat asam. Jika gigi terkena asam, akan sama halnya seperti saat garam terkena air, akan mudah larut dan lama-lama hancur,” kata dr. Bambang.

Supaya tidak mudah larut, dr. Bambang menyarankan agar menunggu terlebih dahulu minimal selama setengah jam setelah sarapan, supaya ludah dapat menetralisir asam, setelah itu baru boleh disikat. Sebaiknya sekadar kumur-kumur saja setelah bangun tidur, tidak perlu langsung menyikat gigi. 

sikat gigi terlalu sering

Jangan khawatir akan menyebabkan bau mulut, karna bau tersebut sebenarnya hanya menimpa orang-orang dengan pola makan yang berantakan saja, sebab sebelumnya masih ada sisa makanan, atau bahkan ada karang gigi. Jika gigi Anda bersih, itu relatif dapat terhindar dari bau mulut dalam waktu satu hari.

Begitu juga setelah makan siang, gigi juga tidak perlu disikat, cukup dengan berkumur saja setengah jam setelah makan agar makanan yang disantap tidak menempel di gigi. Saat berkumur-kumur tak perlu malu, Anda bisa melakukannya di toilet karna dengan betul-betul berkumur agar sisa makanan dapat terlepas dari permukaan gigi. 

Setelah makan gigi Anda bagaikan mobil off-roader yang berjalan di lumpur, agar lumpur itu tidak mengeras harus dibilas atau disemprot dengan air yang cukup kuat. Ternyata cukup mudah bukan dalam membersihkan gigi sesaat setelah makan, tak banyak yang mengerti karna umumnya hanya dengan menyikat gigi saja untuk membersihkan sisa makanan. 

Tanpa harus sikat gigi terlalu sering, Anda akan dapat menjaga gigi menjadi lebih sehat dan lebih kuat karna terhindar dari kerusakan gigi yang disebabkan oleh gesekan sikat gigi.