Gigi Gingsul Sebaiknya Dicabut atau Dibiarkan Saja?

Gigi gingsul termasuk salah satu jenis maloklusi yang merupakan kondisi gigi tidak tumbuh di tempat yang benar dan tidak sejajar. Biasanya pada kasus ini, disebabkan oleh kondisi rahang yang kecil atau bisa juga ukuran gigi yang terlalu besar, sehingga menyebabkan gigi tidak bisa tumbuh di tempat yang seharusnya. 

Selain itu, gigi gingsul juga bisa terjadi jika tempat gigi tumbuh terlalu sempit, sehingga gigi itu akan tumbuh bergeser dari tempat yang seharusnya. Jika dilihat dari segi penampilan, pendapat mengenai gigi gingsul pasti akan tergantung pada selera masing-masing individu, tetapi secara medis gigi yang tidak tumbuh pada tempatnya sebaiknya segera ditangani. 

Karena jika dibiarkan akan dapat memicu berbagai masalah kesehatan gigi dan rongga mulut, seperti berikut ini: 

  1. Menyebabkan pertumbuhan gigi menjadi terhambat atau bahkan gigi impaksi yang merupakan gigi tidak tumbuh sama sekali. 
  2. Muncul ketidaknyamanan saat mengunyah atau menggigit makanan sehingga sangat mengganggu aktivitas makan Anda. 
  3. Saat proses mengunyah dapat menyebabkan gusi menjadi cedera. 
  4. Karena posisi gigi sulit dibersihkan dapat mengakibatkan kerusakan gigi
  5. Gigi tidak berfungsi dengan baik 


Beberapa keluhan di atas yang disebabkan oleh gigi gingsul dapat ditangani dengan  beberapa cara, salah satunya dengan memakai behel atau kawat gigi. Yang dapat memperbaiki atau merapikan posisi gigi ginsul Anda, penggunaan behel ini bisa dilakukan dengan atau tanpa mencabut gigi ginsul terlebih dahulu. 

gigi gingsul

Agar mendapatkan ruang untuk gigi gingsul yang cukup pada rongga mulut maka pencabutan gigi  sebelum pemasangan behel akan dilakukan. Sehingga nantinya gigi gingsul tersebut akan dapat kembali ke posisi yang seharusnya setelah behel digunakan. 

Tenang saja Anda akan diberikan obat bius lokal terlebih dahulu di area gigi yang akan dicabut, agar Anda tidak merasakan sakit saat pencabutan gigi dilakukan. Ketika area gigi yang dicabut sudah pulih maka pemasangan behel baru akan dilakukan, biasanya proses pemulihan  memerlukan waktu antara 7 sampai 14 hari. 

Keputusan dalam mempertahankan atau menyingkirkan gigi gingsul tergantung pada diri Anda sendiri. Jika gigi ginsul menyulitkan Anda ketika bicara dan makan, menimbulkan masalah di mulut, atau bahkan Anda merasa mengganggu penampilan, maka segeralah berkonsultasilah ke dokter gigi agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

6 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Gigi Anda

Banyak hal yang bisa merusak gigi, antara lain karena paparan bakteri, kurangnya menjaga kebersihan rongga mulut, dan bisa juga trauma karena benturan. Selain beberapa faktor di atas, ada pula berbagai kebiasaan buruk  yang terus  dilakukan secara terus menerus sehingga bisa merusak gigi. 

Banyak orang yang masih tak menyadari bahwa kebiasaan buruk yang dilakukan bisa berimbas pada kesehatan gigi dan mulut. Apa saja kebiasaan buruk tersebut, mari simak ulasan berikut ini

1. Mengunyah Es Batu 

Tak disadari oleh banyak orang karena secara umum saat mengunyah es batu tampak sebagai kebiasaan yang aman-aman saja, padahal ternyata kebiasaan ini bisa merusak enamel gigi. Kerusakan inilah yang akan bisa berkembang makin besar dan lebar sehingga bisa menyebabkan lubang gigi.

merusak gigi

2. Menggertakkan Gigi

Menggertakkan gigi akibat dari stres dan anxiety merupakan kebiasaan yang harus segera dihentikan, karena kebiasaan ini juga bisa merusak gigi. Ketika Anda menggertakkan gigi, akan memberikan tekanan antar gigi atas dan gigi bawah yang bisa merusak enamel sehingga akan memicu  retakan pada gigi. Selain itu, tekanan tersebut juga bisa membuat gigi Anda menjadi tumbuh tak rata dan bahkan juga bisa menyebabkan adanya gangguan pada persendian rahang.

3. Terlalu Sering Menghisap Permen Pelega Tenggorokan

Meskipun dengan mengonsumsi permen pelega tenggorokan akqn cukup  membantu mengobati gangguan pada saluran pernapasan. Tapi ternyata jika Anda terlalu sering mengonsumsinya, gigi bisa terancam mudah membusuk karena memicu dalam mengundang bakteri untuk datang. 

4. Terlalu Sering Mengonsumsi Soda  

Gabungan komposisi dari  gula dan asam yang terlalu banyak yang terdapat pada soda merupakan paduan senyawa yang bisa merusak gigi Anda bahkan dalam sekejap. Karena bisa membuat enamel mudah rusak dan memicu pembusukan gigi, serta juga bisa membuat gigi Anda menjadi lebih sensitif. 

5. Membuka Bungkus Makanan dengan Menggunakan Gigi 

Kebiasaan menyobek plastik pada kemasan makanan menggunakan gigi adalah ide yang buruk. Tanpa Anda sadari ternyata tekanan kuat ketika Anda menarik plastik akan membuat gigi mudah retak atau lepas.  

Baca juga Awas! Inilah Penyebab Utama Lubang Pada Gigi

6. Merokok

Efek yang dari tembakau pada rokok akan mengeringkan gigi dan menumpuk plak pada lapisan gigi. Selain itu jangka panjangnya, warna gigi bisa berubah menjadi kekuning-kuningan. 

Jika Anda memiliki beberapa kebiasaan buruk di atas, segera hentikan dan cari solusi agar gigi tetap sehat dan tanpa harus merasakan berbagai dampaknya di usia tua kelak.

Kenali Fenomena Gigi Grinding yang Berpotensi Merusak

Bruxism atau gigi grinding merupakan kebiasaan mengeretakan dan menggesekkan gigi yang dilakukan secara terus menerus tetapi tidak sadar saat melakukannya. Kebiasaan ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa, tapi jika kebiasaan ini tidak segera ditangani, maka penderita gigi grinding berpotensi bisa mengalami kerusakan berat pada giginya.

Pada banyak kasus, gigi grinding terjadi secara spontan ketika seseorang tengah berkonsentrasi, ketika merasa cemas, atau saat mengalami stres yang berlebihan. Meskipun gigi ginding tidak terjadi setiap saat, tetapi muncul saat seseorang sedang dalam kondisi tertentu, terlebih saat orang tersebut sedang merasa tertekan. 

Namun, sampai saat ini belum diketahui secara pasti hal-hal apa saja yang menjadi penyebab dari penderita gigi grinding. Ada beberapa faktor baik dari fisik maupun psikologis yang bisa menjadi pemicu terjadinya gigi grinding, antara lain:

gigi grinding
  • Memiliki ciri kepribadian yang agresif, kompetitif, dan hiperaktif
  • Merasa cemas, stres, marah, frustrasi, serta tegang 
  • Memiliki gangguan tidur, contohnya sleep apnea atau sleep paralysis (ketindihan)
  • Memiliki anggota keluarga dengan bruxism 
  • Menderita penyakit tertentu, seperti penyakit Parkinson, demensia, penyakit asam lambung, dan epilepsi
  • Menjalani gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, atau menggunakan narkoba 
  • Mengonsumsi obat-obatan phenothiazine, seperti chlorpromazine, dan beberapa jenis obat antidepresan.

Seseorang dengan bruxism memiliki kebiasaan untuk mengeretakan, menekan, atau menggesek giginya ke atas dan ke bawah, atau ke kanan dan ke kiri secara tidak sadar. Hal ini dapat memicu munculnya gejala lain, seperti: 

  • Gigi menjadi lebih sensitif 
  • Otot rahang menjadi tegang 
  • Permukaan atas gigi menjadi rata (tidak bergerigi)
  • Sakit kepala 
  • Sakit telinga


Gigi grinding juga dapat terjadi pada siang dan juga malam hari, tetapi lebih sering terjadi saat seseorang tengah tertidur (sleep bruxism). Hal ini akan dapat menyebabkan gangguan tidur pada penderita bruxism maupun pasangan tidurnya karena suara gemeretak gigi tersebut akan sangat terganggu. Selain itu, seseorang yang memiliki sleep bruxism umumnya juga memiliki kebiasaan lain yang berkaitan dengan gangguan tidur, seperti mendengkur atau henti nafas sejenak pada saat tidur (sleep apnea) yang juga cukup membahayakan tentunya.

3 Mitos dan Fakta Tentang Layanan Scalling Gigi

Scaling gigi merupakan prosedur  untuk membersihkan karang gigi yang menempel di sekitar gigi dan gusi pasien. Ternyata ada beberapa mitos tentang layanan scalling gigi yang banyak beredar di luar sana, sehingga masih ada yang enggan untuk melakukan perawatan gigi ini. Untuk itu, mari Anda simak info di bawah ini mengenai mitos dan fakta seputar layanan scalling gigi. 

Scaling Gigi Dapat Membuat Gigi Menjadi Renggang

Faktanya, karang gigi akan lebih cepat terbentuk di sela-sela gigi karena pada area ini sempit dan sehingga sering tak terjangkau oleh bulu sikat gigi, terlebih pada area gigi bawah depan. Terisinya area tersebut dengan karang gigi akan menimbulkan ilusi gigi jadi terasa rata jika diraba dengan lidah. Oleh karena itu, jika area tersebut dibersihkan dengan scaling gigi, otomatis akan menimbulkan area yang terlihat  kosong. 

Scaling Gigi Membuat Gigi Terkikis

Faktanya, alat yang digunakan untuk membersihkan karang gigi bekerja menggunakan getaran ultrasonic, sehingga tidak akan mengikis jaringan gigi yang sehat. Alat scaling gigi digunakan di atas permukaan karang gigi saja jadi akan sangat membantu melepaskan karang gigi yang melekat di gigi maupun gusi Anda.

layanan scalling gigi

Scaling Gigi Dapat Membuat Gigi Goyang

Faktanya, saat karang gigi sudah menumpuk dalam jangka waktu yang panjang dan tidak pernah dilakukan pembersihan, maka karang gigi akan mendorong gusi menjauh dari mahkota gigi atau semakin “turun”. Pada kondisi inilah yang mengakibatkan melemahkan dukungan gigi dari gusi ataupun tulang yang menyokong gigi. 

Tidak jarang ditemukan kasus dimana jaringan pendukung gigi sudah menyusut karena karang gigi yang sudah sangat menumpuk, sehingga karang gigi tersebut menjadi penyangga gigi – gigi di tempatnya. 

Jadi saat karang gigi telah dibersihkan, gigi akan terasa goyang karena penyangganya hilang dan jaringan pendukung gigi akan membutuhkan waktu untuk pemulihan. Anda jangan khawatir lagi karna prosedur scaling gigi justru memberikan kesempatan untuk gusi sembuh dan mengembalikan fungsinya kembali sebagai pendukung gigi.

Baca juga Inilah 4 Penyebab Karang Gigi Menumpuk!

Itulah beberapa mitos mengenai karang gigi yang tersebar di khalayak umum. Semoga Anda tidak salah sangka, karna scaling gigi itu tidak menakutkan  terlebih lagi jika dilakukan oleh dokter gigi berpengalaman.

Inilah Penyebab Bau Mulut yang Membuat Tidak Percaya Diri

Banyak dari penderita bau mulut yang tidak menyadari masalah ini, sampai ada seseorang yang memberitahu mengenai hal tersebut, tentu saja selama ini Anda pernah merasa teman atau keluarga mengeluarkan aroma yang kurang sedap saat sedang berbicara? Atau bahkan ternyata aroma yang tidak sedap itu berasal dari mulut Anda sendiri?. 

Mari kenali penyebab bau mulut lebih dalam, agar bisa ditangani dengan segera. Dalam istilah kedokteran bau mulut biasa disebut dengan HALITOSIS. Faktor dari luar maupun dalam tubuh biasanya menjadi beberapa kemungkinan penyebab bau mulut. 

Faktor luar itu seperti adanya sisa makanan di dalam mulut, sedangkan faktor dari dalam  berasal dari masalah gigi dan mulut, seperti gigi berlubang, karang gigi, penyakit gusi, gigi retak, gigi palsu yang tidak dijaga kebersihannya dengan baik, serta berkurangnya air liur di dalam mulut (xerostomia). 

penyebab bau mulut

Mungkin saja ada yang pernah mengalami kasus-kasus seperti itu di dalam mulutnya, jika ternyata penyebabnya bukan berasal dari dalam mulut, kemungkinan besar juga bisa berasal dari bagian tubuh kamu yang lain seperti, kondisi alergi, radang kronis pada saluran pernapasan, gangguan pencernaan, dan juga beberapa penyakit dalam lainnya.

Anda harus segera konsultasikan ke dokter umum yang berhubungan dengan penyakit tersebut, jika telah menyadari beberapa hal di atas. Sebenarnya yang termasuk bau mulut atau halitosis yang kronis adalah bau napas menyengat yang berasal dari mulut yang tidak dapat dihilangkan meski sudah menyikat  gigi, berkumur dengan cairan obat kumur dan flossing menggunakan benang gigi.

Karena mayoritas kasus halitosis berasal dari dalam mulut, maka langkah pertama yang perlu Anda lakukan yaitu mengevaluasi ulang teknik menyikat gigi dan berkumur Anda apakah sudah tepat. 

Baca juga Hal Penting yang Harus Dipahami Sebelum Pasang Kawat Gigi

Wah, kalau menyikat giginya saja belum benar maka Anda perlu ekstra berhati-hati, karena banyak yang tak menyadari kalau gigi hanya 25% bagian dari rongga mulut. Bakteri dalam jumlah besar selain terdapat pada gigi, juga bisa terdapat pada bagian mulut yang lain, seperti pada lidah, bagian perbatasan gigi dan gusi, dinding mulut, langit-langit, serta bagian lainnya.

Tips Mengajak Anak ke Klinik Dokter Gigi Tanpa Drama

Bagi anak-anak periksa ke klinik dokter gigi merupakan hal yang cukup menakutkan, karena mengunjungi tempat yang tak dikenal dan berbagai peralatan yang juga tampak asing bagi mereka. Sehingga sangat diperlukan bantuan dan dukungan dari orang tua dengan memberikan pengertian pada anak mengenai pentingnya kesehatan gigi. Berikut ini ulasan mengenai beberapa Tips agar bisa mengajak anak ke klinik dokter gigi tanpa drama menurut Saginaw Pediatric Dentistry.

Saat Anda Melakukan Pemeriksaan Gigi Sebaiknya Anak Diajak Ikut Serta.

Dengan mengenalkan suasana klinik dokter gigi sedari dini akan membuat anak menjadi lebih terbiasa sehingga akan dapat mengurangi rasa takut.

Pilihlah Jasa Dokter Gigi dengan Spesialisasi Gigi Anak

Klinik dokter gigi khusus anak akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas playground sehingga akan membuat anak menjadi lebih nyaman dan dapat mengurangi kecemasan saat melakukan pemeriksaan.

klinik dokter gigi

Gunakan Bahasa Positif saat Membujuk Anak

Edukasi anak mengenai berbagai manfaat dari pemeriksaan gigi secara rutin, dan gunakan berbagai bahasa yang positif untuk mendukung mereka sehingga dapat mendorong anak menjadi tidak takut lagi saat melakukan pemeriksaan gigi.

Homecare bisa Menjadi Alternatif

Bagi anak yang memiliki kecemasan berlebih sehingga walaupun orang tua telah melakukan berbagai upaya bisa jadi anak-anak tetap enggan untuk pergi ke klinik gigi. Jangan memaksakan anak untuk pergi ke klinik gigi karena akan membuat anak semakin takut. Solusinya Anda bisa membuat janji untuk melakukan perawatan gigi  secara homecare agar kecemasan anak dapat lebih berkurang. 


Pastikan Anda dapat Lebih Bersabar dan Memahami Kondisi Anak

Beberapa anak akan merasa kesulitan untuk melawan kecemasan saat mengunjungi klinik gigi,  sehingga akan sangat memerlukan kesabaran ekstra untuk menghadapinya. Jika anak menangis atau merengek Anda dapat menenangkan anak sejenak dengan mengajaknya keluar dari ruangan periksa terlebih dahulu. 

Setelah emosi anak dapat terkelola dengan baik, baru Anda bisa memberikan pengertian kembali mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan gigi, dan sampaikan Anda akan menemani hingga selesai. 

Semoga 5 tips di atas bisa membantu Anda saat mengajak anak ke klinik dokter gigi, sehingga dapat mencegah beberapa drama yang dapat terjadi.

Hal Penting yang Harus Dipahami Sebelum Pasang Kawat Gigi

Susunan gigi yang kurang rapi bisa menimbulkan masalah kesehatan karena dapat memicu penumpukan sisa makanan yang akan menjadi plak dan mengundang bakteri. Sehingga diperlukan bantuan pasang kawat gigi agar dapat merapikan susunan gigi, tetapi ada beberapa konsekuensi yang harus diterima setelah melakukan pemasangan kawat gigi. Berikut ini beberapa hal yang harus diketahui sebelum Anda melakukan pemasangan kawat gigi.


1. Sebelum Merapikan Gigi dengan Kawat gigi, Pastikan Tidak Memiliki Masalah Gigi yang Lainnya.

Dokter akan melakukan pemeriksaan seperti pengecekan rongga mulut, lalau rontgen gigi, bahkan pencabutan gigi jika memang diperlukan. Prosedur tindakan dokter akan lebih bertambah, terlebuh jika Anda memiliki masalah gigi berlubang dan karang gigi. Karena jika belum dilakukan perawatan pada kedua masalah tersebut maka pemasangan kawat gigi akan berisiko menjadi tempat penumpukan makanan.

pasang kawat gigi


2. Rasa Nyeri akan Terjadi Setelah Pemasangan Kawat gigi

Efek samping dari tarikan kawat gigi akan menyebabkan rasa nyeri pada gigi dan tentu saja juga berdampak pada kesulitan saat makan sehingga Anda akan memerlukan makanan bertekstur halus. Tetapi hal ini akan terjadi di beberapa minggu awal, jika rasa nyeri sudah tak tertahankan biasanya dokter akan meresepkan obat untuk pereda rasa nyeri.

3. Menyikat Gigi akan Menjadi Kebutuhan Penting

Dengan pasang kawat gigi  dapat menyebabkan makanan yang mudah tersangkut, sehingga menyikat gigi dengan sikat khusus akan sangat membantu Anda dalam membersihkan gigi dan kawat gigi. Karena proses pembersihan gigi akan menjadi lebih sulit setelah dilakukan pemasangan kawat gigi.

4. Siapkan Dana Perawatan

Perawatan rutin setiap sebulan sekali akan sangat diperlukan jika Anda melakukan pasang kawat gigi, karena dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi gigi dan penggantian karet kawat gigi secara teratur. Tentu saja serangkaian perawatan tersebut akan dilakukan selama berbulan-bulan hingga akhirnya Anda akan diperbolehkan dokter untuk melepas kawat gigi.

5. Penampilan akan Terlihat Berbeda

Anda harus menyiapkan diri setelah pemasangan kawat gigi karna akan membuat bibir menjadi lebih menonjol. Tentu saja akan sangat terasa aneh, dan bahkan terkadang ada juga yang sampai merasa malu dengan tampilan baru setelah pemasangan kawat gigi. 

Itulah beberapa hal yang akan Anda lalui setelah melakukan pemasangan kawat gigi, semoga bermanfaat!

Inilah 4 Penyebab Karang Gigi Menumpuk!

Banyak orang yang tidak menyadari jika memiliki karang gigi, hal tersebut karena karang gigi tidak memiliki gejala apa pun. Walaupun tak bergejala tapi jika karang gigi tak segera ditangani dengan baik maka dapat menimbulkan berbagai masalah pada gusi, gigi dan rongga mulut. Penumpukan plak pada gigi yang lama tidak dibersihkan akan menjadi penyebab karang gigi. 

Sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut yang akan membuat terbentuknya plak berupa lapisan tipis pada gigi. Kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut bisa menjadi salah satu penyebab karang gigi, tetapi sebenarnya tidak hanya itu melainkan masih banyak hal lainnya yang bisa menjadi pemicu terbentuknya karang gigi. 

Untuk bisa melakukan berbagai upaya dalam mencegah terbentuknya karang gigi, maka simaklah ulasan mengenai hal yang menyebabkan karang gigi berikut ini.

  • Sering mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi, seperti susu, permen kue dan minuman kemasan.
  • Jarang menyikat gigi atau tidak pernah menggunakan benang gigi sehingga membuat gigi dan rongga mulut yang kurang terjaga kebersihannya.
  • Keringnya rongga mulut akibat dari efek samping obat seperti pada obat kemoterapi, antihistamin, antidepresan, dan sindrom sjorgen.
  • Memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol dan juga merokok.
penyebab karang gigi

Keempat hal di atas akan memicu perkembangbiakan  bakteri di dalam rongga mulut sehingga juga akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan rongga mulut seperti iritasi pada gigi dan gusi. Jika tidak ditangani dengan baik iritasi tersebut akan dapat menyebabkan radang gusi atau gingivitis. 

Radang gusi yang semakin parah akan menyebabkan penyakit gusi yang bisa membuat gigi tanggal, serta kerusakan pada jaringan tulang dan jaringan sekitar gusi, penyakit ini disebut periodontitis. Selain itu jika masih diabaikan maka periodontitis ini akan dapat meningkatkan risiko dari penyakit jantung dan stroke.

 Oleh karena itu sangat penting sekali menjaga kebersihan gigi dan mulut serta juga rutin melakukan pemeriksaan gigi ke dokter agar karang gigi lebih cepat terdeteksi sehingga juga bisa segera diatasi.

Awas! Inilah Penyebab Utama Lubang Pada Gigi

Rutin melakukan pemeriksaan dan pembersihan gigi di dokter gigi sebenarnya merupakan hal wajib dilakukan. Karena dengan melakukannya dapat mencegah berbagai masalah rongga mulut yang timbul seperti pada penyakit gusi dan gigi, bahkan juga bisa menyebabkan berbagai masalah serius di kemudian hari, salah satunya lubang pada gigi. 

Anda harus waspada jika merasakan tanda-tanda seperti gusi bengkak, gusi berdarah saat menggosok gigi, gigi mudah tanggal, serta muncul rasa nyeri terhadap makanan panas maupun dingin. Berbagai gejala tersebut harus segera diperiksakan ke dokter walaupun belum terasa sakit.

lubang pada gigi

Masalah gigi yang paling sering dijumpai yaitu gigi berlubang yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Ketika sukrosa pada karbohidrat yang Anda konsumsi terfermentasi oleh bakteri tersebut maka akan menimbulkan lubang pada gigi. 

Menurut National Institute of Child Health and Human Development, Amerika Serikat keberadaan sukrosa inilah yang menjadi pemicu rongga mulut akan menjadi asam. Selain itu yang juga dapat memicu kondisi asam pada mulut juga disebabkan oleh fruktosa yang berasal dari buah dan laktosa dari susu.

Bakteri yang berada pada rongga mulut akan otomatis memfermentasi karbohidrat dari sisa makanan di mulut yang belum dibersihkan menjadi asam. Karena proses asam tersebut akan menyebabkan hilangnya mineral pada gigi, sehingga akan memicu timbulnya lubang pada gigi.

Kondisi mulut yang asam berarti memiliki pH mulut yang rendah sangat memicu lubang pada gigi, hal tersebut juga disebabkan oleh konsumsi makanan yang manis. Mengonsumsi permen ataupun saat minum minuman berkarbonasi juga akan menurunkan pH mulut secara drastis karena keduanya memiliki kadar gula yang cukup tinggi. Biasanya pH nya bisa mencapai sekitar 2, padahal seharusnya pH mulut yang normal sekitar 5,5 hingga 6.

Sebenarnya rongga mulut sudah memiliki pembersih alami yaitu air ludah. Yang akan dikeluarkan ketika terjadinya proses mengunyah makanan sehingga makanan akan tercerna dengan sempurna dan juga karena adanya enzim pada mulut akan memicu keluarnya air ludah. Sehingga air ludah yang telah keluar akan membantu  untuk membersihkan mulut kembali.

Kapan Pemasangan Gigi Tiruan Diperlukan?

Senyuman yang indah adalah salah satu aset yang berharga karna dapat membuat penampilan kita lebih menarik. Tetapi semuanya akan sirna begitu saja jika kita kehilangan gigi, terutama kalau posisi gigi berada di bagian depan. Pasti akan sangat memalukan rasanya, karna itulah salah satu manfaat dari pemasangan gigi tiruan. Manfaat lainnya antara lain dapat menjaga stabilitas rahang sehingga membuat fungsi mengunyah menjadi lebih baik, menyempurnakan pelafalan huruf sehingga dapat berbicara dengan sempurna, menjaga jaringan yang ada di sekitar gigi yang tanggal.

pemasangan gigi tiruan

Lalu kapankah pemasangan gigi tiruan diperlukan? Tentu saja saat gigi permanen Anda telah tanggal, entah akibat cedera karena kecelakaan, gigi yang rusak, atau karena masalah dari gusi. Pastikan Anda memasang gigi tiruan di dokter gigi yang profesional seperti yang terdapat di Smile Concept Dental Clinic, sehingga tidak berdampak pada kesehatan gigi Anda di masa yang akan datang. 

Karena dokter gigi akan memperhatikan berbagai macam hal sebelum melakukan pemasangan gigi tiruan, antara lain memberikan instruksi perawatan gigi tiruan baik sebelum maupun sesudah pemasangan gigi tiruan Anda, memperhatikan hubungan antara rahang dengan rongga mulut, memeriksa kelainan jaringan pendukung gigi, sangat memperhatikan kelainan sistemik pada penderita osteoporosis atau diabetes mellitus, melakukan prosedur pengukuran untuk memastikan presisi saat pembuatan gigi tiruan, menentukan material pembuatan gigi tiruan dengan indikasi yang cermat.

Untuk memastikan meratanya beban kunyah di seluruh tulang rahang dan jaringan gigi saat menggunakan gigi tiruan, maka dokter gigi akan melakukan analis yang mendalam menyesuaikan dengan kondisi kesehatan dari setiap pasien. Ternyata sangat banyak tahapan yang dilakukan dokter gigi dalam pemasangan gigi tiruan yang sesuai dengan prosedur medis. Inilah alasan pentingnya Anda harus memasang gigi tiruan di dokter gigi yang berkompeten atau yang spesialis prostodonsia.

Nah itulah pembahasan mengenai gigi tiruan yang bisa bermanfaat untuk Anda. Seperti gigi asli pada umumnya, gigi tiruan juga memerlukan perawatan yang rutin agar dapat bertahan lebih lama, pastikan Anda memperhatikan kebersihannya agar dapat terhindar dari bakteri dan plak.